Sabtu, 28 Januari 2017

MY JANUARY READING GOALS + REVIEW


MY JANUARY READING GOALS




Januari udah hampir berakhir nih, so aku mau share JANUARY READING GOALSku sekaligus review dari buku-buku yang udah aku baca itu. Jadi di Januari ini aku cuma baca 4 buku aja nih, ini nggak termasuk literatur dan buku teori buat kuliah ya, ini khusus ficton aja. Sebenernya sih aku dapat buku-buku ini pas ada event Gramedia cuci gudang kemarin, hihi, lumayan murah kan :p Okay, check this out guys!



A PLACE CALLED HERE by Cecilia Ahern


Cecilia Ahern adalah novelist asal Irlandia (Irish). A Place Called Here merupakan novel keempatnya yang terbit pada tahun 2006 di U.S.A. Novel ini bercerita tentang seorang perempuan jangkung bernama Sandy Shortt (bisa dibayangkan namanya kontras banget sama tubuhnya yang jangkung) yang sangat terobsesi dengan benda-benda yang hilang termasuk orang. Hal ini bermula dari hilangnya seorang gadis kecil di lingkungan tempat tinggalnya yang sekaligus teman sekelas Sandy. Gadis itu, Jenny May Butler, menghilang saat Sandy berumur 10 tahun. Setelah kejadian itu Sandy menjadi terobsesi dengan benda-benda yang hilang dan merasa harus menemukan benda-benda itu. Setelah kejadian itu pula, Sandy menyadari bahwa banyak orang dan benda-benda hilang tanpa dapat diketahui keberadaannya sedikit pun. Hal ini berlangsung hingga ia dewasa, ia sempat menjadi seorang polisi wanita di Garda Dublin, Irlandia, tapi karena suatu hal ia harus keluar dari pekerjaannya. Setelah ia keluar dari Garda, Sandy mendirikan sebuah agen khusus orang hilang.

Sandy dekat dengan seorang dokter psikologis, Dr. Burton, yang awalnya merupakan penyuluhnya saat ia masih sekolah. Hubungan mereka tidak seperti kebanyakan pasangan-pasangan lain, hubungan sederhana yang sulit dijelaskan. Suatu saat, ketika Sandy sedang menyelidiki kasus orang hilang yang merupakan keluarga dari salah satu kliennya, SANDY HILANG. Setelah sekian lama dia berurusan dengan benda dan orang-orang hilang, sekarang dirinya sendiri yang hilang. Sandy sampai di sebuah tempat yang disebut HERE. Tempat itu adalah sebuah tempat di mana benda dan orang-orang yang hilang di seluruh dunia ini berada. Di tempat ini, ia bertemu dengan benda-benda yang selama ini dicarinya, kaus  kaki- kaus kaki sebelahnya, baju masa kecilnya, orang-orang yang dicari oleh para kliennya, hingga Jenny May Butler. Setelah Sandy menemukan tempat dan orang-orang ini, apa yang terjadi? Apakah ia bisa kembali dan membawa orang-orang hilang ini? Stop. Aku nggak mau spoiler, hehe. Buat yang belum baca biar penasaran dan jadi pengen baca aja, hihi.

Pokoknya novel ini keren. Karakter Sandy sendiri merupakan perempuan yang liar seperti angin. Awalnya aku pikir ini adalah novel thriller atau suspense, tapi ternyata ini adalah sebuah novel fantasy romance yang lain daripada yang lain. Thumbs up deh!



COIN LOCKER BABIES by Ryu Murakami


Ryu Murakami adalah novelis Jepang. Pertama liat nama Ryu Murakami aku pikir novelis ini punya hubungan sama Haruki Murakami, tapi ternyata setelah aku searching, mereka nggak punya hubungan apa-apa, cuma sama-sama novelis Jepang yang punya nama belakang yang sama, hehe. Dua-duanya keren. Aku suka tulisan keduanya :) Novel Coin Locker Babies merupakan novel ketiga Ryu Murakami yang terbit di Jepang pada tahun 1980. Novel ini  pertama kali di terjemahkan ke dalam bahasa Inggris pada tahun 1995 dan di-republished pada tahun 2013, di Indonesia sendiri novel ini terbit pertama kali di tahun 2013. Novel ini juga pernah diadaptasi menjadi film (aku nyari tahun berapanya belum ketemu).

Novel ini bercerita tentang dua bocah yang ketika masih bayi dulu ditemukan di dalam sebuah loker sewaan. Dari tahun 1969 hingga 1975 memang banyak ditemukan bayi yang ditemukan di dalam loker sewaan, kebanyakan dari bayi-bayi itu telah mati di dalam loker ketika ditemukan atau mati setelah sampai di rumah sakit. Tapi, pada periode tahun itu, dari sebanyak 68 kasus bayi yang dibuang di loker, hanya ada 2 bayi yang dapat selamat dan bertahan hidup hingga dewasa. Mereka adalah  Kikuyuki Sekiguchi (Kiku) dan Hashio Mizouchi (Hashi). Mereka dibesarkan di panti asuhan sampai keduanya belum masuk sekolah dasar. Selama di panti asuhan itulah mereka diketahui memiliki sebuah kelainan psikologis akibat masa lalu mereka yang berada di dalam loker yang panas. Psikiater menyebut mereka mengidap autisme yang disebabkan oleh faktor lingkungan.

Kiku dan Hashi kemudian diadopsi oleh sepasang suami istri yang tinggal di sebuah pulau yang merupakan pulau bekas pertambangan. Mereka tinggal bersama pasangan ini hingga mereka seusia anak SMA. Mereka meninggalkan pulau untuk mengejar obsesi mereka masing-masing. Hashi yang terobsesi terhadap suara-suara bertekad untuk menjadi penyanyi terkenal, sementara Kiku yang menyukai lompat galah bertekad untuk menemukan saudaranya, Hashi, yang telah kabur dari rumah terlebih dahulu. Tapi, tidak ada yang normal dengan kehidupan mereka, Kiku yang telah berhasil menemukan Hashi menemukan perbedaan antara Hashi yang ia kenal dulu dengan Hashi yang ditemukannya sekarang. Hashi telah menjadi seorang waria dan guy, suatu hal yang tak dapat dipercaya oleh Kiku. Akhirnya dua bersaudara non-bilogis ini melanjutkan hidup masing-masing.

Kiku sempat dipenjara karena telah membunuh ibu kandungnya di depan publik (niatnya sih mau nolongin Hashi). Sementara Kiku di penjara, Hashi telah berhasil menjadi penyanyi terkenal yang penuh kepura-puraan. Hashi, meskipun sudah tidak tidur dengan pria lagi, ia menikahi manajer wanitanya yang  berumur dua kali lipat dari umurnya, Neva (mungkin karena perempuan ini berdada rata -_-). Pacar Kiku sendiri adalah seorang model cantik dan kaya yang memiliki seekor buaya amazon sebagai hewan piaran kesayangannya. Gadis bernama Anemone ini beranggapan bahwa dirinya adalah seorang ratu buaya (aku pikir mereka cocok satu sama lain karena keanehan pikiran masing-masing).

Hashi memiliki obsesi baru, ia ingin dikenal dan disukai banyak orang dengan suara dan lagunya tanpa peduli dengan latar belakangnya. Sementara Kiku, ia bertekad untuk mendapatkan DATURA (apa itu DATURA, rahasia dong :P), dengan tujuan untuk menghancurkan Tokyo dan mengubahnya menjadi hutan amazon yang penuh rawa-rawa. Dapatkah Kiku dan Hashi mewujudkan keinginan mereka? NO SPOILER. Baca sendiri ya, atau kalau nggak mau baca nonton filmya juga boleh, kalau emang kebelet pengen tahu endingnya tanpa mau baca atau nonton filmnya, kontak aku deh :p

Novel setebal 551 halaman ini dijamin bikin kamu kesulitan tidur sebelum menyelesaikannya hingga akhir. Novel ini membuat pembaca bersimpati sama kedua tokoh utama dan kadang suka sebel dan tegang sendiri kalau tokoh utamanya mau berbuat yang aneh-aneh. Amazing!



MAYAT MISTERIUS (THE CLOCK) by Agatha Christie


Siapa yang nggak kenal Agatha Christie, penggemar novel misteri, detektif, dan crime fiction pasti kenal sama novelis Inggris ini. Novel ini pertama kali terbit pada tahun 1963 di UK. Seperti kebanyakan novel-novel kriminal Agatha yang lain, The Clocks bercerita tentang pengungkapan jati diri seorang pembunuh sebenarnya. The Clocks mengisahkan tentang ditemukannya seorang mayat misterius di dalam rumah seorang wanita tua yang buta. Mayat ini pertama kali ditemukan oleh seorang gadis stenografer dari sebuah agen pengetikan steno di Inggris. Tanpa identitas dan bukti-bukti yang memadai, mayat ini ditinggalkan bersama jam-jam yang semuanya menunjukkan pukul 4. 13. Detektif setempat, Dick Hardcastle bersama temannya yang merupakan seorang agen yang memiliki jenis pekerjaan yang hampir sama dengannya, Colin Lamb, mereka mulai mengusut kasus ini. Siapa dalang dibalik pembunuhan ini? Temukan di buku Agatha Christie, Mayat Misterius (The Clocks), hehe :P

Novel kriminal yang akan membuatmu penasaran sampai akhir. Kalau kamu bisa menebak siapa pembunuh dan apa motif di balik pembunuhan itu, berati kamu adalah searang jenius. Jujur saja, aku hanya berhasil menebak siapa pembunuhnya (dan alasan kenapa aku menuduhnya), tapi aku tidak berhasil menebak apa motif si pembunuh melakukan pembunuhan itu. Tentu saja di bab-bab terakhir aku juga sempat memikirkannya, tapi aku biasanya menjatuhkan pilihanku sebelum aku membaca lebih dari separuh halaman buku itu. Novel yang membuatku terus berpikir dan menebak-nebak seperti inilah yang menjadi favoritku^^ Selamat membaca dan mencoba menemukan pembunuhnya :)



SEPEDA MERAH by Kim Dong Hwa


Awalnya sih buku ini mau aku masukan ke dalam My Reading List untuk bulan Februari, soalnya bulan Januari udah hampir selesai sih, takut nggak selesai bulan ini. Tapi aku nggak tahan pas nggak ada bacaan, so aku nekad baca buku ini kemarin, and you know what, aku cuma butuh waktu sehari buat nyelesaiin buku ini, hehe.

Kim Dong Hwa merupakan seorang korean comic artist. Sepeda Merah (Bunga-Bunga Hollyhock #2) merupakan salah satu novel grafisnya yang berhasil menyentuh banyak pembaca dengan gaya berceritanya. Novel ini memiliki visual yang cantik dan cerita yang menyentuh. Novel grafis ini menceritakan tentang kehidupan sehari-hari seorang tukang pos yang bertugas mengantarkan surat-surat kepada penduduk desa Yahwari beserta apa saja yang ia jumpai di desa itu. Banyak pelajaran berharga tentang kehidupan yang dapat diambil dari buku ini. Satu hal yang paling membuatku terkesan, meskipun ini adalah novel dengan latar dan setting sebuah desa di Korea Selatan, aku merasa deja vu dan seketika rindu dengan kampung halamanku. Sepertinya penulisnya memang ingin menyebarkan harumnya bunga-bunga yang digambarkan dalam novel ini kepada para pembacanya. Recomended banget buat para pecinta novel ringan^^



Yup! Itu dia buku-buku fiction yang udah aku baca di bulan Januari 2017 ini. Semoga review-review ini bisa membuat orang yang membacanya menjadi tergugah untuk membaca buku-buku itu atau buka apa saja. Semoga di bulan Februari nanti aku bisa stok buku lebih banyak dan bisa mencapai reading goals lebih banyak dari bulan Januari ini (semoga ada dananya ya, biasa problema anak kosan T.T). Keep reading guys. Reading is Sexy :*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar