MY
JANUARY READING GOALS
Januari udah hampir berakhir nih, so aku mau share JANUARY READING GOALSku sekaligus review dari buku-buku yang udah aku baca itu. Jadi di Januari ini
aku cuma baca 4 buku aja nih, ini nggak termasuk literatur dan buku teori buat
kuliah ya, ini khusus ficton aja.
Sebenernya sih aku dapat buku-buku ini pas ada event Gramedia cuci gudang kemarin, hihi, lumayan murah kan :p Okay, check this out guys!
A PLACE CALLED HERE by Cecilia Ahern
Cecilia Ahern adalah novelist asal Irlandia (Irish). A Place Called Here merupakan
novel keempatnya yang terbit pada tahun 2006 di U.S.A. Novel ini bercerita
tentang seorang perempuan jangkung bernama Sandy Shortt (bisa dibayangkan
namanya kontras banget sama tubuhnya yang jangkung) yang sangat terobsesi
dengan benda-benda yang hilang termasuk orang. Hal ini bermula dari hilangnya
seorang gadis kecil di lingkungan tempat tinggalnya yang sekaligus teman
sekelas Sandy. Gadis itu, Jenny May Butler, menghilang saat Sandy berumur 10
tahun. Setelah kejadian itu Sandy menjadi terobsesi dengan benda-benda yang
hilang dan merasa harus menemukan benda-benda itu. Setelah kejadian itu pula,
Sandy menyadari bahwa banyak orang dan benda-benda hilang tanpa dapat diketahui
keberadaannya sedikit pun. Hal ini berlangsung hingga ia dewasa, ia sempat
menjadi seorang polisi wanita di Garda Dublin, Irlandia, tapi karena suatu hal
ia harus keluar dari pekerjaannya. Setelah ia keluar dari Garda, Sandy
mendirikan sebuah agen khusus orang hilang.
Sandy dekat dengan seorang dokter
psikologis, Dr. Burton, yang awalnya merupakan penyuluhnya saat ia masih
sekolah. Hubungan mereka tidak seperti kebanyakan pasangan-pasangan lain,
hubungan sederhana yang sulit dijelaskan. Suatu saat, ketika Sandy sedang
menyelidiki kasus orang hilang yang merupakan keluarga dari salah satu
kliennya, SANDY HILANG. Setelah sekian lama dia berurusan dengan benda dan
orang-orang hilang, sekarang dirinya sendiri yang hilang. Sandy sampai di
sebuah tempat yang disebut HERE. Tempat itu adalah sebuah tempat di mana benda
dan orang-orang yang hilang di seluruh dunia ini berada. Di tempat ini, ia bertemu
dengan benda-benda yang selama ini dicarinya, kaus kaki- kaus kaki sebelahnya, baju masa
kecilnya, orang-orang yang dicari oleh para kliennya, hingga Jenny May Butler.
Setelah Sandy menemukan tempat dan orang-orang ini, apa yang terjadi? Apakah ia
bisa kembali dan membawa orang-orang hilang ini? Stop. Aku nggak mau spoiler, hehe. Buat yang belum baca
biar penasaran dan jadi pengen baca aja, hihi.
Pokoknya novel ini keren. Karakter
Sandy sendiri merupakan perempuan yang liar seperti angin. Awalnya aku pikir
ini adalah novel thriller atau suspense, tapi ternyata ini adalah
sebuah novel fantasy romance yang
lain daripada yang lain. Thumbs up
deh!
COIN LOCKER BABIES by Ryu Murakami
Ryu Murakami adalah novelis Jepang.
Pertama liat nama Ryu Murakami aku pikir novelis ini punya hubungan sama Haruki
Murakami, tapi ternyata setelah aku searching,
mereka nggak punya hubungan apa-apa, cuma sama-sama novelis Jepang yang punya
nama belakang yang sama, hehe. Dua-duanya keren. Aku suka tulisan keduanya :)
Novel Coin Locker Babies merupakan novel ketiga Ryu Murakami yang terbit di Jepang
pada tahun 1980. Novel ini pertama kali
di terjemahkan ke dalam bahasa Inggris pada tahun 1995 dan di-republished pada tahun 2013, di
Indonesia sendiri novel ini terbit pertama kali di tahun 2013. Novel ini juga
pernah diadaptasi menjadi film (aku nyari tahun berapanya belum ketemu).
Novel ini bercerita tentang dua
bocah yang ketika masih bayi dulu ditemukan di dalam sebuah loker sewaan. Dari
tahun 1969 hingga 1975 memang banyak ditemukan bayi yang ditemukan di dalam
loker sewaan, kebanyakan dari bayi-bayi itu telah mati di dalam loker ketika
ditemukan atau mati setelah sampai di rumah sakit. Tapi, pada periode tahun
itu, dari sebanyak 68 kasus bayi yang dibuang di loker, hanya ada 2 bayi yang
dapat selamat dan bertahan hidup hingga dewasa. Mereka adalah Kikuyuki Sekiguchi (Kiku) dan Hashio Mizouchi
(Hashi). Mereka dibesarkan di panti asuhan sampai keduanya belum masuk sekolah
dasar. Selama di panti asuhan itulah mereka diketahui memiliki sebuah kelainan
psikologis akibat masa lalu mereka yang berada di dalam loker yang panas.
Psikiater menyebut mereka mengidap autisme yang disebabkan oleh faktor
lingkungan.
Kiku dan Hashi kemudian diadopsi
oleh sepasang suami istri yang tinggal di sebuah pulau yang merupakan pulau
bekas pertambangan. Mereka tinggal bersama pasangan ini hingga mereka seusia
anak SMA. Mereka meninggalkan pulau untuk mengejar obsesi mereka masing-masing.
Hashi yang terobsesi terhadap suara-suara bertekad untuk menjadi penyanyi terkenal,
sementara Kiku yang menyukai lompat galah bertekad untuk menemukan saudaranya,
Hashi, yang telah kabur dari rumah terlebih dahulu. Tapi, tidak ada yang normal
dengan kehidupan mereka, Kiku yang telah berhasil menemukan Hashi menemukan
perbedaan antara Hashi yang ia kenal dulu dengan Hashi yang ditemukannya
sekarang. Hashi telah menjadi seorang waria dan guy, suatu hal yang tak dapat dipercaya oleh Kiku. Akhirnya dua
bersaudara non-bilogis ini melanjutkan hidup masing-masing.
Kiku sempat dipenjara karena telah
membunuh ibu kandungnya di depan publik (niatnya sih mau nolongin Hashi).
Sementara Kiku di penjara, Hashi telah berhasil menjadi penyanyi terkenal yang
penuh kepura-puraan. Hashi, meskipun sudah tidak tidur dengan pria lagi, ia
menikahi manajer wanitanya yang berumur
dua kali lipat dari umurnya, Neva (mungkin karena perempuan ini berdada rata
-_-). Pacar Kiku sendiri adalah seorang model cantik dan kaya yang memiliki
seekor buaya amazon sebagai hewan piaran kesayangannya. Gadis bernama Anemone ini
beranggapan bahwa dirinya adalah seorang ratu buaya (aku pikir mereka cocok
satu sama lain karena keanehan pikiran masing-masing).
Hashi memiliki obsesi baru, ia ingin
dikenal dan disukai banyak orang dengan suara dan lagunya tanpa peduli dengan
latar belakangnya. Sementara Kiku, ia bertekad untuk mendapatkan DATURA (apa
itu DATURA, rahasia dong :P), dengan tujuan untuk menghancurkan Tokyo dan mengubahnya
menjadi hutan amazon yang penuh rawa-rawa. Dapatkah Kiku dan Hashi mewujudkan
keinginan mereka? NO SPOILER. Baca
sendiri ya, atau kalau nggak mau baca nonton filmya juga boleh, kalau emang
kebelet pengen tahu endingnya tanpa mau baca atau nonton filmnya, kontak aku
deh :p
Novel setebal 551 halaman ini
dijamin bikin kamu kesulitan tidur sebelum menyelesaikannya hingga akhir. Novel
ini membuat pembaca bersimpati sama kedua tokoh utama dan kadang suka sebel dan
tegang sendiri kalau tokoh utamanya mau berbuat yang aneh-aneh. Amazing!
MAYAT MISTERIUS (THE CLOCK) by Agatha Christie
Siapa yang nggak kenal Agatha Christie,
penggemar novel misteri, detektif, dan crime
fiction pasti kenal sama novelis Inggris ini. Novel ini pertama kali terbit
pada tahun 1963 di UK. Seperti kebanyakan novel-novel kriminal Agatha yang
lain, The Clocks bercerita tentang pengungkapan jati diri seorang pembunuh
sebenarnya. The Clocks mengisahkan tentang ditemukannya seorang mayat misterius
di dalam rumah seorang wanita tua yang buta. Mayat ini pertama kali ditemukan
oleh seorang gadis stenografer dari sebuah agen pengetikan steno di Inggris.
Tanpa identitas dan bukti-bukti yang memadai, mayat ini ditinggalkan bersama
jam-jam yang semuanya menunjukkan pukul 4. 13. Detektif setempat, Dick Hardcastle
bersama temannya yang merupakan seorang agen yang memiliki jenis pekerjaan yang
hampir sama dengannya, Colin Lamb, mereka mulai mengusut kasus ini. Siapa
dalang dibalik pembunuhan ini? Temukan di buku Agatha Christie, Mayat Misterius
(The Clocks), hehe :P
Novel kriminal yang akan membuatmu
penasaran sampai akhir. Kalau kamu bisa menebak siapa pembunuh dan apa motif di
balik pembunuhan itu, berati kamu adalah searang jenius. Jujur saja, aku hanya
berhasil menebak siapa pembunuhnya (dan alasan kenapa aku menuduhnya), tapi aku
tidak berhasil menebak apa motif si pembunuh melakukan pembunuhan itu. Tentu
saja di bab-bab terakhir aku juga sempat memikirkannya, tapi aku biasanya
menjatuhkan pilihanku sebelum aku membaca lebih dari separuh halaman buku itu. Novel
yang membuatku terus berpikir dan menebak-nebak seperti inilah yang menjadi
favoritku^^ Selamat membaca dan mencoba menemukan pembunuhnya :)
SEPEDA MERAH by Kim Dong Hwa
Awalnya sih buku ini mau aku masukan
ke dalam My Reading List untuk bulan
Februari, soalnya bulan Januari udah hampir selesai sih, takut nggak selesai
bulan ini. Tapi aku nggak tahan pas nggak ada bacaan, so aku nekad baca buku ini kemarin, and you know what, aku cuma butuh waktu sehari buat nyelesaiin buku
ini, hehe.
Kim Dong Hwa merupakan seorang korean comic artist. Sepeda Merah
(Bunga-Bunga Hollyhock #2) merupakan salah satu novel grafisnya yang berhasil
menyentuh banyak pembaca dengan gaya berceritanya. Novel ini memiliki visual
yang cantik dan cerita yang menyentuh. Novel grafis ini menceritakan tentang
kehidupan sehari-hari seorang tukang pos yang bertugas mengantarkan surat-surat
kepada penduduk desa Yahwari beserta apa saja yang ia jumpai di desa itu. Banyak
pelajaran berharga tentang kehidupan yang dapat diambil dari buku ini. Satu hal
yang paling membuatku terkesan, meskipun ini adalah novel dengan latar dan setting sebuah desa di Korea Selatan,
aku merasa deja vu dan seketika rindu
dengan kampung halamanku. Sepertinya penulisnya memang ingin menyebarkan
harumnya bunga-bunga yang digambarkan dalam novel ini kepada para pembacanya. Recomended banget buat para pecinta
novel ringan^^
Yup! Itu dia buku-buku fiction yang udah aku baca di bulan
Januari 2017 ini. Semoga review-review
ini bisa membuat orang yang membacanya menjadi tergugah untuk membaca buku-buku
itu atau buka apa saja. Semoga di bulan Februari nanti aku bisa stok buku lebih
banyak dan bisa mencapai reading goals
lebih banyak dari bulan Januari ini (semoga ada dananya ya, biasa problema anak
kosan T.T). Keep reading guys. Reading is Sexy :*










